Informasi Lengkap Mengenai Kimono Pakaian Tradisional Jepang

Informasi Lengkap Mengenai Kimono Pakaian Tradisional Jepang

Setiap negara tentu saja memiliki kultur dan budaya berbeda – beda. Pada kali ini kita akan membahas salah satu slot pragmatic play pakaian adat asal negara sakura, sebutan dari Negara Jepang. Pakaian kimono memiliki cirikhas khusus dengan motif yang sangat elegan serta cara pakai yang berbeda dari pakaian adat pada umumnya.

Kimono memiliki dua jenis pakaian yaitu untuk pria dan untuk wanita. Perbedaan mencolok dari kimono wanita dan kimono pria adalah letak pada panjangnya pakaian. Kimono pada wanita memiliki panjang hingga sampai kemata kaki. Berbeda dengan kimono pria dimana panjang pakaiannya sampai pinggang saja sehingga harus menggunakan celana lagi. Sebelum masuk ke penjelasan lebih mendetailnya, ada baiknya untuk kita mengetahui sejarah kimono terlebih dahulu. Berikut informasi lengkapnya.

Sejarah Pakaian Kimono Negara Jepang

Nama kimono dalam bahasa Jepang memiliki arti pakaian. Kimono sendiri mulai digunakan oleh banyak orang pada tahun 794 tepatnya pada masa Heian. Pada tahun sebelumnya biasa warga Jepang menggunakan pakaian terusan atau pakaian dengan atasan dan bawahan selayaknya pakaian biasa. Namun pada tahun 794 mulailah dibuat kimono. Kimono sangat fleksibel dan bisa digunakan dalam kondisi cuaca apapun sehingga mulai banyak orang yang beralih menggunakan kimono. Kimono juga tidak memiliki ukuran seperti baju atau celana sehingga memudahkan para penggunanya dalam kondisi badan kurus atau gemuk.

Pada awal masa kimono digunakan belum memiliki berbagai warna serta corak seperti saat ini. Alasannya cukup masuk akal, karena pada masa itu warna pakaian menggambarnya derajat seseorang. Semakin cerah pakaiannya maka dapat dipastikan bahwa orang tersebut merupakan orang dari kalangan atas. Namun akhirnya semua berubah pada masa Kamamura pada tahun 1192-1338 dimana semua orang baik pria maupun wanita bebas menggunakan pakaian dengan warna apapun, dan disinilah motif – motif kimono dan warna – warna menarik kimono mulai dibuat. Bahkan pada masa itu para prajurit menggunakan warna baju yang sama dengan pemimpin mereka.

Pada masa Edo 1603-1868 negara Jepang mulai dipimpin oleh para bangsawan dan pakaian para samurai juga memiliki ciri khas dengan pola warna yang berbeda dan terbagi menjadi tiga jenis yaitu menggunakan kamishimo (atasan kimono) dan hakama (Rok seperti celana). Pada masa itu juga kimono menjadi barang yang berharga dan setiap orang tua biasanya memberikan warisan berupa Kimono.

Berlanjut pada masa Meiji pada tahun 1868-1912 para negara asing mulai mempengaruhi budaya Jepang, dimana para pemimpin bangsawan Jepang harus menggunakan pakaian khusus dan tidak lagi menggunakan kimono. Berlanjut hingga saat ini, akhirnya negara jepang sudah tidak menggunakan Kimono lagi. Penggunaan Kimono oleh warga Jepang saat ini hanya pada acara – acara tertentu seperti upacara pernikahan, pemakaman, atau festival pada musim panas.

Cara Menggunakan Pakaian Kimono

Untuk menggunakan kimono khas jepang memiliki beberapa tahapan yang harus anda lakukan. Berikut beberapa langkah untuk mengenakan kimono :

  • Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah kenakan pakaian dalam kimono yang bernama Hadajuban.
  • Setelah anda menggunakan Hadajuban, kenakan lapisan selanjutnya yaitu Nagajuban. Nagajuban berperan penting untuk melindungi kimono dari keringat kita sehingga kain kimono tidak rusak terkontaminasi oleh keringat kita. Nagajuban terbuat dari kain yang berbahan dasar sutra.
  • Setelah itu kenakanlah kain kimono yang sudah anda siapkan.
  • Jika sudah selesai menggunakan kain kimono, maka lilitlah bagian pinggang menggunakan Nagoya obi atau Fukuro Obi sebagai pengikat bagian pinggang.

Itulah beberapa langkah untuk menggunakan pakaian Kimono. Bagaimana ? Apa anda mulai tertarik untuk mencoba mengenakan pakaian Kimono ? Nah jika anda tertarik dan ingin mencoba mengenakan pakaian tradisional khas Jepang ini, tentu anda harus mengenali beberapa jenis Kimono bukan ? Berikut informasi lengkapnya.

Jenis – Jenis Kimono Berserta Fungsinya

Sekilas kimono kita lihat memiliki jenis yang sama saja yang berbeda hanya pada motif kimononya saja. Namun tahukah anda bahwa kimono memiliki 9 jenis dan memiliki fungsi yang berbeda – beda. Berikut 9 jenis pakaian Kimono khas Jepang :

  • Kurotomesude

Kimono Kurotomesude. Jenis kimono ini digunakan untuk para wanita yang sudah memiliki suami. Istilah Kurotomesude juga memiliki arti kimono hitam dengan bagian lengan yang dikencangkan. Cirikhas dari kimono ini terletak pada simbol kekeluargaan yang terdapat pada bagian punggung, dada kiri dan kanan pada kimono ini. Selain itu juga ada motif yang sangat indah pada bagian kaki depan dan belakang. Motif tersebut disebut dengan nama suso. Fungsi dari kimono ini biasanya digunakan untuk menghadiri acara upacara pernikahan atau acara – acara yang formal.

  • Irotomesude

Kimono selanjutnya adalah kimono Irotomesude. Kimono ini biasa digunakan untuk para wanita dewasa dan boleh digunakan oleh wanita yang sudah menikah ataupun yang belum menikah. Cirikhas dari kimono ini adalah motif yang panjang dari pangkal paha hingga ujung kaki. Biasanya kimono ini digunakan untuk menghadiri resepsi pernikahan. Kimono Irotomesude memiliki arti dari kata tomesude yang bermakna berwarna warni, sesuai dengan jenis kimono ini dimana memiliki corak warna – warni.

  • Furisode

Selanjutnya adalah kimono Furisode. Kimono ini hanya boleh digunakan oleh para wanita yang belum memiliki status atau belum menikah. Kimono ini dibuat dari bahan sutra dan campuran crepe. Kimono ini memiliki cirikhas yang berbeda dari kimono lainnya, dimana bagian lengan kimono ini menjuntai kebawah dan memiliki sisi yang lebar.

Biasanya kimono ini digunakan untuk menghadiri upacara kelulusan atau digunakan oleh mempelai wanita saat melakukan resepsi pernikahan dengan kimono Furisode berjenis hanayome isho.

  • Homongi

Kimono selanjutnya adalah kimono Homongi yang memiliki arti baju berkunjung. Baju ini biasanya digunakan untuk menghadiri saat ada acara kumpul keluarga, atau merayakan tahun baru dan acara perjamuan minum teh. Ciri khas dari kimono ini adalah terdapatnya motif pada seluruh bagian kimono dan memiliki panjang lengan yang lebih pendek dari pada kimono Furisode.

  • Iromuji

Selanjutnya ada kimono Iromuji. Kimono ini sedikit berbeda dari kimono lainnya dimana pada kimono Iromuji tidak memiliki motif atau corak apapun dan hanya terdiri dari warna polos. Kimono ini memiliki bahan yang sangat halus dan bisa digunakan untuk wanita yang single ataupun yang sudah menikah. Kimono ini juga digunakan untuk menghadiri beberapa pesta penting dengan syarat memiliki lambang keluarga minimal lima motif yang terletak pada dada kiri, dada kanan, lengan kiri dan kanan, serta punggung.

  • Tsukesage

Kimono selanjutnya adalah kimono Tsukesage. Kimono ini dapat dikatakan sebagai kimono yang tidak formal dan biasa digunakan untuk keseharian. Namun kimono ini juga bisa digunakan untuk menghadiri beberapa acara seperti acara pernikahan, pesta tahun baru dan perjamuan minum teh. Motif dari kimono ini cukup minim dan terlihat simple jika dibandingkan dengan kimono lainnya.

  • Komon

Selanjutnya adalah Kimono Komon. Kimono ini digunakan untuk sehari – hari dan tidak bisa digunakan untuk keacara formal. Ciri khas dari kimono ini terletak pada motifnya yang memiliki ukuran kecil namun banyak. Biasanya kimono ini digunakan untuk makan malam dan berkumpul dengan teman ataupun keluarga.

  • Yukata

Selanjutnya adalah Kimono Yukata. Kimono ini memiliki bahan yang terbuat dari kain katun sehingga dapat dikatakan kimono ini memiliki bahan yang tipis. Kimono ini biasanya digunakan pada musim panas agar penggunanya tidak merasa kepanasan dan bisa menyerap keringat penggunanya. Kimono ini cukup popular dikalangan Jepang karena motif dan warnanya yang indah.

  • Tsumugi

Jenis kimono yang terakhir adalah kimono Tsumugi. Kimono ini merupakan kimono sehari hari yang bisa digunakan untuk berbelanja atau melakukan kegiatan aktifitas di luar rumah. Kimono ini tidak bisa digunakan untuk menghadiri acara – acara yang formal karena bahan dan motif dari kimono ini sangat sederhana. Pada zaman dahulu kimono ini digunakan oleh para wanita kalangan bawah.

Itulah beberapa jenis kimono berserta dengan fungsi – fungsinya. Sekian informasi yang dapat kami bagikan mengenai pakaian khas tradisional Kimono. Semoga terhibur dan bisa mengedukasi anda. Sampai jumpa dan Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *